Hai,
Sudah lama aku tidak menulis(kali ini akh tidak akan memberikan alasan). Sebenarnya aku ingin membagikan catatan perjalananku selama satu minggu kemarin. Namun hal itu urung aku lakukan. Kenapa? Entah. Aku sendiri-pun tidak tahu mengapa. Aku hanya merasa belum ingjn melakulannya.
Beberapa hari lalu aku sempat ingin berhenti merokok. Keinginan yang hanya bertahan 3 jam. Kadang aku merasa diriku hanyalah rangkaian niat yang gagal. Aarrgh. Aku benci diriku. Kenapa? Lagi-lagi entah. Kata kecil yang terdengar seperti lubang gelap tempat semua penjelasan tenggelam.
Aku merasa cukup tahu banyak hal. Namun ketika aku bertanya pada diriku sendiri, lagi-lagi aku hanya bisa menjawab dengan kata “entah”. Shit.
Aku lupa sudah berapa lama berhenti menulis ide-ide di dinding. Aku membiarkan ide-ide ku mati tanpa tereksekusi. Daripada coret-coret dinding, mencoret-coret diriku sendiri terasa lebih nyata. Aku merasa sedikit hidup.
Jika membaca tulisan ini terasa aneh, sejujurnya aku sendiri juga tidak tahu mengapa seperti ini. Aku sudah berhenti mengendalikan pikiran dan jari-jemariku. Kubiarkan mereka menjadi liar. Aku berhenti mengendalikan semuany. Aku biarkan semua sejadinya. Sebebasnya. Seperti rebah di air dan membiarkan tubuh tenggelam pelan-pelan. Aku putuskan mengambil jeda.
Tidur, Bangun, Mandi, Bekerja, Pulang dan kembali mengulang. Aku menikmati kegiatan repetitif itu. Sayangnya, aku lupa membuat tujuan. Tidur? Untuk apa? Bangun? Untuk apa? Mandi? Bekerja? Pulang? Hufft.
Aku memilih menjelangpadam sebagai nama pengganti karena begitulah yang aku rasakan; Api hidupku telah lama mengecil. Bergoyang-goyang dihempas angin. Sampai kapan bertahan? Lagi-lagi entah. Memasrahkan segalanya pada ketidaktahuan memang mudah.