Hai,
30 hari lebih aku tidak mengisi jurnal. Menulis kembali menjadi terasa aneh. Banyak hal terpendam yang memaksa dikeluarkan, tetapi mengeluarkannya tidak semudah dumbledore dengan pensieve-nya. Barangkali ibarat muntah, memaksa keluar tapi sulit dikeluarkan. Hasilnya adalah perasaan tidak enak yang mengganjal.
Sekarang, rasanya aku terkutuk perasaan tidak enak itu. Geliat hidupku bak muntahan. Arrgh… jika akhirnya tulisan ini terunggah, berarti aku sudah berhasil muntah.
30 hari terakhir ini aku seperti tidak hidup. Adikku sakit. Aku bingung dan khawatir. Dalam kondisi ini, aku merasa sangat tidak berguna. Yang Aku bisa hanya kebingungan dan memanggil ambulan. Ternyata begini rasanya melihat orang terdekat kita kesakitan.
Rasanya begitu menyakitkan. Jika bisa, aku ingin aku saja yang sakit. Aku ingin menggantikan adikku. Aku bahkan tidak keberatan bila harus menukarnya berkali-kali lipat. Sensasi bingung dan tidak berdaya terasa lebih menyiksa daripada rasa sakit.
Sisanya, aku menjalani 30 hari ini dengan sangat biasa saja. Nyaris robotik. Aku bergerak hari ke hari dalam keadaan hampa.