Tak banyak yang kulakukan di hari selasa ini. Aku bangun sahur pukul 03:30 dan tidur kembali setelah subuh. Entah karena efek obat atau apa, aku baru terbangun ketika adzan dhuhur. Setelah bangun, aku mandi dan pergi ke kampus untuk menyelesaikan revisian skripsi. Karena puasa, tak ada marlboro kretek dan segelas es teh tawar. Aku langsung menuju perpustakaan sesampainya di kampus.

Menyelesaikan beberapa revisi dari Pak Herpindo, aku mengirimkan kembali pada beliau file yang telah kuperbaiki. Aku menghabiskan sisa waktu di perpustakaan dengan mendengarkan lagu-lagu Guns N Roses. Pukul 15:00 perpustakaan tutup.

Beranjak dari perpustakaan, aku yang tak punya tujuan dan masih enggan pulang memilih menuju taman pancasila. Hari ini taman cukup sepi. Hanya ada beberapa petugas telkom yang sepertinya sedang memperbaiki jaringan wifi. Setelah berkeliling taman, aku memutuskan berdiam di sebuah bangku di bawah pohon besar. Aku tidak melakukan atau memikirkan apapun. Aku hanya diam dan bernafas perlahan. Ah, rasanya nyaman sekali.

Sedang asik berdiam, tiba-tiba seekor kupu-kupu hinggap di pundakku. Aku menyapanya. Tentu saja kupu-kupu itu tidak menjawab. Kami berasal dari spesies yang berbeda. Barangkali bahasa kami juga berbeda. Kupu-kupu itu hinggap cukup lama. Bahkan ketika aku memutuskan beranjak dan berjalan ke sisi lain taman, kupu-kupu itu masih bersemayam di pundakku.

Kupu – kupu di Pundak

Aku membiarkannya. Barangkali ia juga ingin berkeliling taman bersamaku. Sampai di dekat patung jenderal ahmad yani(kalau tidak salah). Aku memutuskan untuk beristirahat dan duduk di tangga. Kupu-kupu itu terbang meninggalkan pundakku. Ia berpindah menuju pohon dengan sekumpulan bunga.

Aku duduk diam di tangga sambil melihat kendaraan yang lalu-lalang di jalan depan taman. Aku menebak-nebak apa yang orang-orang itu kejar. Tentu aku tak akan pernah tahu benar. Sebab nasib dan hidup adalah kesunyian masing-masing.

Aku pergi meninggalkan taman sekitar pukul 16. Aku memutuskan pulang ke rumah. Di rumah aku menghabiskan waktu menunggu berbuka dengan menonton drama korea. Drama yang cukup menarik. Judulnya Criminal Minds. Bercerita tentang sekelompok profile analys menggunakan kemampuan profilingnya untuk menangkap penjahat. Seingatku aku pernah melihat series serupa versi amerika. Hal yang menurutku menarik adalah bagaimana batas antara pelaku kejahatan dengan penangkapnya begitu tipis. Serupa dua sisi mata uang.

Setelah menonton dua episode, adzan maghrib berkumandang. Akupun berbuka dengan keluargaku. Sehabis berbuka, aku menyalakan marlboro kretekku sambil melihat langit. Gelap tak berbintang. Perasaan hampa dan kosong tiba-tiba menyerang. Aku memutuskan meminum antidepressan dan obat penenang lebih awal. Kini aku berbaring sambil menulis tulisan ini. Kurasa hari selasaku kali ini akan berakhir lebih cepat. Tubuhku mulai terasa lemas dan mengantuk. Semoga hari selasamu menyenangkan ✨