Hari ini tidak banyak yang terjadi. Kehidupanku yang begini-begini saja berjalan kembali. Aku bangun pukul 11 siang dan berangkat ke kampus. Aku mengerjakan skripsiku yang lama aku hindari itu. Di kampus, aku bertemu beberapa kawan. Kami memutuskan untuk mengobrol dan merokok bersama di kantin.

Aku yang tidak berpenghasilan(selain uang saku harian 15ribu/hari) tentu hanya membeli es teh tawar. Mayoritas dari uang saku harianku habis untuk membeli sebungkus rokok marlboro kretek seharga 12 ribu. Aku tau, kebiasaan merokok ini tidak baik. Tapi aku telah terlanjur jatuh cinta pada asap tembakau dan cengkeh. Meski begitu, aku bersedia berhenti merokok jika setiap batang rokok yang aku hisap digantikan bibir kecilmu. Aku mencintaimu lebih dari asap tembakau dan cengkeh.

Beberapa kawan pulang duluan. Aku menghabiskan sisa waktu dengan mengerjakan beberapa digital project yang tak jelas masa depannya. Meski begitu, entah mengapa aku bahagia mengerjakannya. Barangkali seperti kata kurt cobain

I think I’m dumb, or maybe just happy

Aku bahagia. Entahlah. Bodoh dan bahagia memang beda tipis. Seperti ketika aku mencintaimu. Entah aku sedang bodoh atau memang bahagia mencintaimu. Aku tidak peduli. Kita belum pernah mengobrol berdua. Jadi cintaku pun belum tentu valid. Barangkali aku hanya mencintai bayanganku tentang dirimu. Bagaimana menurutmu? Tertarik untuk mengujinya?

Aku ingin menghabiskan waktu denganmu. Alih-alih di kantin kampus yang penuh sesak dengan orang yang tidak aku kenal. Aku sudah terlalu tua di kampus. Aku ingin mengakhiri kehidupan mahasiswa ini. Skripsiku sudah hampir rampung. Namun birokrasi kampus memang sialan. Hingga saat ini aku belum mendapat jadwal untuk seminar proposal.

Aku pulang dari kampus tepat menjelang maghrib. Di rumah tak banyak hal yang bisa kulakukam selain membaca buku. Aku membaca beberapa puisi chairil dan wiji thukul. Hebat benar mereka. Setiap kata yang mereka rangkai seolah mewakili jiwaku. Aku ingin suatu saat mampu menulis puisi seperti itu.

Menjelang malam hari aku meeting online dengan kawan dari organisasi ekstra kampus. Kami membahas rencana aksi demonstrasi lusa nanti. Pengurus negara kita memang sialan. Mereka mengurus negara ini dengan ugal-ugalan. Aku berencana untuk ikut demonstrasi karena apa jadinya negara ini jika terus menerus diurus dengan cara seperti ini. Sejujurnya aku tidak terlalu mencintai negara ini, setidaknya cintaku pada negara ini tidak lebih besar dari cintaku padamu(atau bayanganku tentangmu). Namun, jika negara ini kacau, mana sempat aku menguji validitas cintaku padamu. Iyakan? Mana ada orang bercinta ketika negara kacau. Ah sudahlah. Aku akan mengakhiri jurnalku hari ini. Sayup-sayup alunan bon jovi membuatku mulai mengantuk. Selamat tidur. Aku rasa aku benar-benar mencintaimu. Setidaknya hari ini.