Hari ini hari sabtu, hari pertama bulan maret sekaligus hari pertama bulan Ramadhan. Aku bangun sahur 30 menit menjelang imsya’. Efek obat-obatan antidepressan dan obat penenang membuatku sahur setengah sadar. Setelah subuh aku tidur kembali dan bangun pukul 10.

Setelah mandi, sekitar pukul 10:30 aku menuju ke minimarket untuk kembali mensetting aplikasi POSnya. Sesampainya di minimarket aku bertemu mbak sherly. Beliau membukakan pintu dan menyampaikan keluhannya bahwa aplikasi kemarin masih terasa lambat dan koneksi ke printernya juga sering putus-nyambung. Aku memutuskan mengganti OS pc minimarket tersebut dengan Android-Based x 86 os lain. Aku mencoba blissOS. Setelah 3 jam mendownload dan install ulang sistem operasi, kami melakukan beberapa testing. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan aplikasi PoS siap berjalan di keesokan harinya.

Setelah dhuhur, aku yang tak punya tujuan memutuskan ke taman pancasila. Diluar dugaanku, ternyata siang ini taman pancasila sepi. Hanya ada aku dan sekelompok orang yang sedang berdiskusi. Aku mencari tempat sepi dan teduh di bawah sebuah pohon. Hari ini hari pertama puasa, tubuhku belum terlalu beradaptasi. Bukan karena makan, tetapi lebih karena aku tak bisa merokok dan minum di siang ini. Aku putuskan duduk diam. Suasana yang sepi dan nyaman tanpa terasa membuatku berbaring di rerumputan dan menatap daun-daun pepohonan.

Daun-Daun Pepohonan

Aku menghela nafas. Menikmati angin, dan bising samar kendaraan yang berseliweran di jalan raya depan taman. Aku merasa terpisah dari bising kendaraan itu. Hanya angin dan daun-daun yang bergoyang perlahan. Juga langit yang kosong tanpa awan. Aku merasa seperti menjadi seorang spectator. Perlahan aku menggumamkan lirik Imagine-nya john lennon

Imagine there’s no heaven
It’s easy if you try
No hell below us
Above us, only sky

Imagine all the people
Livin’ for today

Ah, barangkali beginilah rasanya living for today. Atau living in the momment, kata Camus. Sejenak aku menjelma mersault. The Strangers. Sang Orang Asing. Di dunia yang Absurd. Dunia yang seakan memberi makna namun bisu dan apatis terhadap penghuninya.